Rabu, 11 Maret 2015

SHORT STORY - BAYANGAN

Hari ini, gue punya satu cerita yang lagi coba gue bikin sendiri. Mau baca? Ini ceritanya...
 
Bayangan..
 

Siapa yang suka jadi bayangan? Aku rasa tidak ada, termasuk aku. Tidak ada yang suka dianggap tidak ada. Ketika kau berjalan, kau tidak sendirian. Mereka juga berjalan di depanmu, atau di belakangmu, atau di sekelilingmu yang artinya kau berjalan di tengah-tengah mereka. Tapi sayangnya, layaknya bayangan, kau tak dianggap. Kau ada tapi tidak diperdulikan. Saat kau mengucapkan sesuatu, mereka seperti tidak mendengarnya, atau tidak mendengarnya. Padahal, hei! Bahkan suaramu jauh lebih keras dari semut yang berteriak setengah mati memohon untuk tidak diinjak. Bayangan, sepertinya kondisi itu yang sedang menimpaku.
Ditinggalkan dan dilupakan, selalu begitu. Argumen atau opini yang keluar dari mulutku seperti lelucon bagi mereka. Tertawa atau diam tak menanggapi, padahal aku tidak sedang membuat joke garing atau lelucon murahan.
Saat mereka menyebut diri mereka teman, aku tidak yakin soal itu. Mana ada teman yang meninggalkan temannya saat sedang sibuk menulis atau memalingkan wajahnya. Paling tidak, panggil namaku. Sesulit itukah?
Dan seandainya aku bisa-berani-meneriakkan sesuatu di depan wajahnya, aku akan berkata "Berhenti menatapku dengan tatapan menjijikan itu, aku bukan kotoran! Sikapmu yang menjijikan, tahu!" Maksudku, satu orang dan yang lainnya mengikuti. Dan satu orang yang lain dan orang-orang yang lainnya mengikuti lagi. Berkelompok-kelompok, dan aku tidak benar-benar diterima di kelompok manapun.
Dia itu lembek, maksudku satu orang yang pertama kali ku sebutkan. Dia hanya gadis manja, cengeng, moody yang semua keinginannya harus terpenuhi. saat ia membutuhkan bantuan atau meminta ditemani ke suatu tempat, "teman"nya harus dengan senang hatri menurutinya. tapi ketika "teman" yang lain membutuhkan hal yang sama, dia akan berkata "aku malas, itu terlalu jauh", atau "mengapa tak kesana saja-tempat lain" dan "sendiri sajalah!". Apa itu adil? Tidak sama sekali. Mereka itu bodoh, mau saja dipermainkan oleh gadis kecil manja yang dianggap mereka teman. Ya.. tapi, paling tidak itu lebih baik dari pada menjadi bayangan.
Di kamar, aku masih tetap menjadi bayangan. Tidak diperdulikan. Mereka-yang mengaku teman-dengan asyiknya bercerita dan tertawa keras-keras, padahal di pojok sana ada seorang gadis yang tengah menangis tersedu-sedu karena lelah menjadi bayangan. aku.
Apa aku lupa bilang soal asrama dan bahwa kami sekamar? Okey, okey, maafkan aku. Ini adalah sekolah berasrama dan aku, juga puluhan-mungkin ratusan- gadis tinggal di dalamnya. Dan aku harus menguatkan diri karena tinggal selaintai dan sekamar dengan mereka-para gadis yang menganggapku bayangan. Murid di kelasku berjumlah 25 orang, jadi bayangkan saja apa yang terjadi jika guru menyuruh kami mencari pasangan. Yap, aku sendiri. Tidak dapat siapa-siapa atau apa-apa. Dan kalaupun digabungkan dengan kelas sebelah, totalnya menjadi 53, yang artinya aku tidak akan pernah mendapat pasangan untuk mengerjakan tugas.
Sebenarnya, apa yang salah denganku? Aku selalu berusaha berbuat baik dan bersikap cukup sopan kepada mereka. Aku memang tidak terlalu cantik, tapi paling tidak aku lebih cantik dari pada badut yang mempersembahkan lelucon garingnya. Aku juga tidak bodoh dan cukup pintar. Aku nyaris selalu ada di peringkat 5 besar, kecuali saat aku kelas 1 dan 2 SD juga kelas 10 lalu. Aku suka membaca buku dan tidak bersuara saat melakukannya, jadi tidak mengganggu. Aku memiliki kekasih dan menyukai laki-laki-dengan laki-laki yang berbeda. Aku suka basket dan mencintai boneka lumba-lumba pemberian kekasihku. Maksudku, itu semua normal. Jadi, apa yang salah?
Ahh.. penjara suci ini bukan tempat yang cocok untukku. Aku bisa beradaptasi dengan baik di sini, tapi usaha yang ku lakukan sia-sia. Persetan dengan senyum ramah, murah hati, berbagi, dan kebersamaan. Pada dasarnya semua orang di sini memakai topeng, entah seberapa tebal topeng yang dipakainya, hanya dia dan Tuhan yang tahu.
Kadang aku bermimpi, berdiri di ujung lorong yangt gelap dengan samar-samar cahaya yang masuk lewat celah-celah jendela. Banyak orang, lalu-lalang. Tertawa, bercanda, bermain-main, bahkan bertengkar. Bersama. Sedangkan aku, aku hanya diam di tempat yang sama. Sendirian. Dan sekarang, itu bukan lagi mimpi. Nyata dengan tampilan yang berbeda.
 
To be continue...

Rabu, 21 Januari 2015

Pukpuk kaki :(

Udah genap satu minggu dari hari gue jatoh. keseleo tepatnya. eh, cedera ajadeh biar keren. engkel kiri gue yang kena, padahal belum genap 3 bulan engkel kanan gue juga cedera dan belum 1 bulan gue jatoh dari tangga dan bikin lutut gue sakit ampe sekarang. padahal bulan maret ini (setelah gue bebas sementara dari penjara suci) mau ke mt.merbabu :(( pukpuk kaki ku sayang, cepet sembuh yaa :3

Rabu, 07 Januari 2015

This is my blog

akhirnya gue punya blog setelah sekian lama pengen bikin tapi terlalu males buat nyentuh laptop dan komputer selain buka twitter, facebook, youtube dan blablabla.. kenalin, nama gue novia rachmasari dan alamat blog ini nonaarusha.blogspot.com. arusha itu artinya matahari dalam bahasa sansekerta, dan yang baru gue tau adalah arusha juga nama sebuah daerah di afrika dimana dulu ada seorang anak yang mengislamkan ribuan orang, padahal dia terlahir sebagai seorag nonmuslim. yaa, kalian tau lah cerita itu. gue suka naik gunung, walaupun baru dua. hehehe.. kalo ngga karna gue sekolah di boarding school alias pesantren ini, pasti sudah banyak gunung ku daki. huahaha.. gue suka gunung karna dari sana gue bisa dengan jelas ngeliat langit, ngeliat sunrise dan sunset, juga embel-embel lain yang bisa gue liat di gunung. so, this is my blog and assalamualaikum..